"Iann... gue bilang stop dulu" pekik Vani. Tapi Ian tidak peduli dan tetap menggenjot memek Vani semakin semangat. "Tenang Van, Boris ga akan ikutan sekarang. Gue jamin" kata Ian meyakinkan. "Bor, lo duduk manis aja ya disitu. Nonton aja. Jangan macem2" kata Ian ke Boris. "Iya.. iya.. tenang aja.." balas Boris nyengir sambil menarik kursi untuk bisa melihat lebih jelas live bokep Ian vs Vani. "Tapi.. tapi..." ucapan Vani langsung dipotong Ian "Kalau lo masih protes aja, Boris gue ajak join loh" ancam Ian. Vani langsung bungkam.
Tapi bungkam Vani tidak berlangsung lama. Gocekan kontol Ian membuat birahinya melambung lagi. "Sebodo ah sama Boris nonton. Habis ini gue langsung cabut sama Shasha. Ouhhhhh... tebel banget kontolnya. Enaknya makk.." batin Vani. "Gaahhh... ngahhh.. hahhhhh... shhhhhh...." desahan Vani memenuhi ruangan lagi. Boris nyengir bahagia melihat cewek idamannya kelonjotan penuh kenikmatan di depan matanya. Tangannya reflek membelai-belai selangkangannya.
Tidak sampai 5 menit digenjot, Vani mulai merasakan bahwa desakan orgasme mulai menyodok-nyodok. Lenguhan dan teriakan Vani mulai semakin tidak terkendali seperti halnya goyangan pinggulnya. "Ouhh.. ouhh.. Ya.. Ya.. Cepetin.. cepetin... Kocok makin cepat.. Ayoo.. hahh.. hahhhh..." ceracau Vani yang sudah diambang klimaksnya. Ian menanggapi request Vani dengan semakin cepat memompa lubang kawin Vani. Akhirnya, "Hiaaahhhhh.... Ouughhhhhh.... Shhhhhhhhh..." lenguh orgasme Vani membahana lagi. "Lo ga bilang keluar Van" perintah Ian. "Hiya... hiyaa.. Vhan... Vhani klluarrr.. hah.. hah.." desah Vani.
Ian yang belum orgasme, mengangkat tubuh Vani yang masih lemas karena orgasme yang terakhir. Membopongnya dan merebahkannya ke sofa besar. Vani pasrah saja melihat Ian melucuti kemeja dan celananya, dan berdiri telanjang bulat dengan kontol gemuk masih tegak mengacung, berkilatan basah karena cairan cinta memek Vani. "Buka baju lo Van" perintah Ian. Vani langsung menyanggupinya. Ketika Vani mengangkat baby dollnya keluar dari kepalanya, toket Vani yang disangga bra merah langsung menyedot perhatian Ian. Dengan mata membeliak, Ian memandang dua bongkah melon putih dalam kemasan bra merah yang menggemaskan. "Buka BeHa lo. Cepet!" perintah Ian penuh nafsu. Tanpa diperintah dua kali, tangan Vani langsung bergerak ke belakang pungggungnya melepas kait bra-nya. Belum lagi Vani meloloskan branya dari tangannya, kedua tangan Ian yang besar sudah menyergap kedua bongkah daging kenyal itu. "Ahhhhhh...!!!" Vani menjerit kaget karena tidak menduga Ian akan menyergapnya seperti itu. Ian tidak ambil peduli, kedua tangannya yang besar masih tidak cukup untuk menutupi gunungan toket 36C milik Vani. Dengan penuh nafsu jemari Ian meremas, menekan, memilin kedua toket Vani. Lalu dengan rakusnya mulut Ian menelan dan melumat puting Vani. "UUhhhhhh..... hhhhmmpfffff..." Vani mendesah kesakitan sekaligus keenakan. Toketnya, terutama putingnya, adalah salah satu titik tersensitif tubuhnya. Reaksinya nyaris instan. Bibir memeknya mulai berkedut-kedut gatal lagi meminta dipuaskan. "Ajrit! Besar banget toket lo Van" puji Ian penuh nafsu.
Tangan Vani dituntun oleh nafsu primitif birahinya mencari batang kenikmatan diselangkangan Ian. Ketika jemarinya menemukan benda tumpul yang dicarinya, langsung dituntunnya kejantanan Ian tersebut ke bibir memeknya yang sudah merekah. Ian yang merasakan genggaman hangat tangan Vani, langsung paham maksud Vani dan menggerakkan pinggulnya maju sehingga kontolnya menempel di bibir memek Vani. Dengan satu sentakan keras, batang daging yang gemuk itu langsung amblas dan menyipratkan cairan pelumas Vani keluar. "AAGHHHH.." jerit Vani tanpa sadar karena desakan tiba-tiba pada lubang kawinnya. Tanpa buang waktu lagi Ian langsung menggenjot Vani dalam torsi tinggi. Slepp... sleppp.. sleppp... kecipakan bunyi kocokan terdengar lagi. Mata Vani membeliak dan putih matanya lebih dominan, karena berbagai rangsangan yang diterima tubuhnya. G-spot dan dinding-dinding memeknya tergesek-gesek dengan instan oleh kontol Ian yang berurat. Toketnya diremas-remas, diunyel-unyel penuh nafsu. Ditambah lagi sedotan-sedotan di puting dan jilatan-jilatan lidah kasar Ian di sepanjang leher Vani. "HHaaaahhh... Hahhhh... Ouugggghhh....Gillaaa....Enakk kk.." lenguh Vani penuh birahi. "Hoohh.. hohh.. rasain nih bitch.. rasainnn..." tanggap Ian tak kalah nafsunya.
Vani merangkulkan kedua kakinya dibalik punggung Ian dan tangannya memeluk Ian kuat-kuat, ketika ia merasa bahwa rasa gatal yang memabukkan semakin merajalela di selangkangannya. Ian juga sudah tidak kuat lagi menahan ledakan laharnya. Pada saat Ian merasa aliran pejunya sudah mulai mengaliri batang kontolnya dan kepala kontolnya semakin gatal minta digaruk makin cepat, Vani juga merasakan batang kontol Ian mengembang dalam memeknya. "Ohhh.. dia mau keluar.. dia mau keluarr... ga boleh di dalam.. ga boleh di dalam.." batin Vani panik. Tapi apa kata otak berbanding terbalik dengan reaksi tubuh yang sedang dimabuk birahi. Kaki-kaki Vani malah semakin erat merangkul Ian yang sudah tidak dapat menahan orgasmenya. Diiringi lenguhan keras Ian yang menjambak rambut Vani dan membenamkan kontolnya dalam-dalam, kontol Ian menyemprotkan pejunya kuat-kuat ke dalam liang senggama Vani sampai berlelehan keluar. "HUAAHHHHHH.... Hahhhh... Hahhhhh..." gerung Ian penuh kepuasan sampai tubuhnya mengejang-ngejang.
Selama beberapa saat Ian masih menindih Vani menikmati sisa terpaan gelombang orgasmenya. "Thanks ya Van" bisik Ian sambil melumat bibir sensual Vani. Pelan-pelan Ian mencabut kontolnya yang mulai mengecil. Membawa banjir peju keluar membasahi bibir memek Vani dan mengalir turun. Lalu Ian beranjak mengambil tissue dan membersihkan kontolnya. Ditawarkannya tissue tersebut ke Vani yang masih tergeletak mengangkang di sofa dengan lelehan sperma di sekujur selangkangannya. Vani menerimanya tanpa banyak bicara. Pelan-pelang dibasuhnya sperma Ian dari selangkangannya. "Sialan, gue kentang banget. Belum keluar, dia sudah nyemprot duluan" runtuk Vani dalam hati. Hei, ternyata lonte satu ini tadi belum klimaks, makanya jadi BeTe.
Tiba-tiba ada seseorang duduk di sebelah Vani dan berkata "Sini gue bantu bersihin pake tissue basah". Vani sontak kaget dengan Boris yang sudah bugil tiba-tiba sudah duduk menempel di sebelahnya dan berusahan menjulurkan tangannya ke arah selangkangannya. "Ehhh... mau ngapain lo" bentak Vani sewot menyingkirkan tangan Boris sambil berusaha bangkit. Tapi, tangan Boris dengan cepat merangkul Vani lagi untuk terhenyak di sofa, sambil berbisik "Apa lo mau gue laporin Albert lo ngentot sama orang lain? Gue rekam di HaPe gue aksi lo barusan". Vani terpaku sesaat dan menoleh memandang Boris "Bangsat lo Bor. Berani-beraninya lo.. hmmppff.." makian Vani terpotong karena Boris menyapukan tissue basah ke bibir memeknya. Tangan Vani reflek berusaha menyingkirkan tangan Boris dari selangkangannya, tapi langsung terhenti hanya sampai memegangnya karena langsung sadar posisinya. Vani masih tidak mau kehilangan Albert.
Paham Vani sudah ditangannya, Boris semakin berani dengan memasukkan kedua jarinya dengan kasar ke memek Vani. Vani melenguh tertahan ketika memeknya merasakan benda asing lagi menerobosnya. Jemari Boris dengan ahlinya mengocok dan mengobel-ngobel memek Vani. Bibir tebal Boris langsung melumat dengan rakus bibir Vani, membuat Vani terengah-engah karena serangan mendadak ini. Tidak perlu lama untuk membuat Vani ON lagi, karena statusnya memang sedang dipuncak birahi tanggung yang tidak terpuaskan.
Puas melumat bibir Vani, Boris menjelajahi pipi, leher dan menuju toket Vani dengan bibirnya. Jemari Boris menghentikan aktivitasnya di area selangkangan Vani, dan mulai menjamah bongkahan melon putih yang kenyal milik Vani. Boris mengambil posisi di atas Vani dengan kedua tangan meremas-remas tidak beraturan toket Vani. Matanya membelalak tidak percaya bahwa akhirnya dia bisa menjamah toket biadab Vani. "Toket lo memang perfect Van. Dosa kalo lo cuma ijinkan Albert yang menjamahnya" puji Boris. Ketika jemari Boris mulai memilin-milih dan menjepit puting Vani, bibir sensual Vani mulai mengeluarkan desahan erotis. "Sshhhh... ahhhhh.. pleaseee.. jangan keras-keras Bor... ahhhhh.." rintih Vani yang mulai dilanda birahi lagi.
Boris sudah tidak tahan lagi, maka diangkatnya pantat Vani dan diarahkan ke kontolnya yang memang tidak sebesar milik Ian, tapi standarlah. Ketika kontol hitam berurat Boris terbenam ke dalam memek Vani, lagi-lagi pekikan Vani terdengar "Aiiihhhhh....". Tapi langsung disusul lenguhan kenikmatannya "Nggahhhh.. ngahhhhh... ouuuuhhh... iya.. that's right... ayo truuss...". Sambil menahan pinggul Vani yang menggelinjang dengan binalnya, Boris memaju-mundurkan pantatnya dengan penuh semangat. Menghajar memek Vani dari posisi atas, membuat Boris dengan bebas melihat bagaimana toket besar Vani bergerak-gerak liar karena goncangan. Kedua tangan Boris mencengkram kuat-kuat kedua bongkah daging tersebut dan semakin mempercepat kocokannya.
Tidak sampai 5 menit orgasme Vani meledak dan membanjiri memeknya dengan cairan cintanya. "NGAhhhHhhhhhh.... Houuuuuhhhhh... Vanniii kluarrrr..." pekik Vani melampiaskan kenikmatan yang melandanya seluruh organ tubuhnya. Pinggul Vani mengelinjang-gelinjang selama beberapa saat sampai terpaan gelombang klimaksnya mengendur. "Hahh.. hahh.. hah...enak banget.. enak banget.. akhirnya sampe juga" desah Vani sambil menyapu keringat dari wajahnya.
"Van, nungging" tiba-tiba suara Boris terdengar. Dan Vani pun baru sadar bahwa masih ada benda keras yang mengganjal dalam memeknya. "Eh, kok dia masih kuat? Kata Renny biasanya ga sampe 5 menit si Boris udah keluar" batin Vani keheranan. Yang Vani tidak tau adalah, ketika Boris sampai di rumah Revo, dia sudah nelen 1 butir Viagra sebelumnya. Karena Revo bilang ada party sama cewek-cewek di rumahnya. Tidak disangka rejeki nomplok, ceweknya adalah Vani. Jadi, sekarang dengan perkasanya kontol Boris masih tegak berdiri dan menghajar Vani lagi.
Vani digenjot Boris dengan doggie style. Melenguh-lenguh kenikmatan. Kedua bongkah toketnya mengayun-ayun bebas akibat goncangan dan benturan paha Boris pada pantat Vani. Dan Vanipun semakin blingsatan ketika tangan Boris meraih toketnya dan meremas-remasnya kuat-kuat. Ian duduk diseberang ruangan, minum bir sambil menikmati persenggamaan mereka berdua. Doggie style membuat g-spot Vani dihajar kontol Boris secara intens. Tanpa ampun, gelombang gatal yang nikmat itu menyeruak lagi. Menggila dan menggetarkan semua kelenjar di area memek dan selangkangan Vani. Meluas ke perut, ke toketnya, ke ujung-ujung putingnya dan sampai ke ujung jemari kakinya. Ledakan orgasme yang ke-empat ini betul-betul dahsyat sampai membuat Vani mencengkram jok sofa kuat-kuat dan menggerung puas "OUUUUUGGHHHHHHHH.... Gahhhhhhhh...... Gillllllaaaaaaaaa.... Gue kluaarrrrrrr...". "HAhhh.. hahhhh... hhhahh... stoppp.. stopp bentar borr.... gue ga kuatt..." rengek Vani minta si Boris menghentikan genjotannya. Si Boris sebenarnya sudah mau keluar, tapi dituruti juga mau si Vani. Boris mengecup-kecup pundak dan punggung Vani. Kontolnya masih di dalam memek vani, tapi tidak dikocoknya. Ditunggunya Vani sampai tenang sedikit dari nafas yang tersengal-sengal karena terpaan orgasme.
Sementara itu, menyaksikan orgasme Vani yang dahsyat, Ian horny lagi. Kontolnya ngaceng lagi. "Bor, bawa Vani ke kamar aja. Kita garap bareng" ujar Ian sambil membopong tubuh Vani. Boris sebenarnya ingin menikmati tubuh Vani sendirian, tapi dia takut sama Ian. Ketika dibopong Vani berbisik "Gue haus nih". "Bor, ambilin minum gih buat vani" perintah Ian. Boris kembali dengan sebotol kecil bir dingin yang langsung ditenggak habis oleh Vani. Bir dingin yang mengaliri tenggorakannya menyegarkan Vani, dan membuatnya sadar bahwa dia sekarang bugil di atas ranjang dan dikelilingi oleh dua cowok besar bugil dengan kontol yang sudah mengacung tegak siap dihujamkan ke tubuhnya. Vani jadi agak jiper. Bagaimanapun dia sudah agak lemas dihajar 5 orgasme berturut-turut.
[Bersambung...]
PEMBESAR PENIS
ReplyDelete✔ Obat Pembesar Penis
✔ Vimax Asli
✔ Alat Pembesar Penis
✔ Pro Extender
✔ Celana Pembesar Penis
✔ Pembesar Penis
✔ Vigrx Plus Asli
✔ Oil Qum Araby
✔ Minyak Lintah Papua
OBAT PERANGSANG
✔ Permen Valentine
✔ Permen Karet Perangsang
✔ Ailida Candy
✔ Sex Drops
✔ Obat Perangsang Cair
✔ Perangsang Cair
✔ Obat Perangsang Wanita
✔ Obat Perangsang
✔ Perangsang Cair
✔ Black Ant Cair
✔ Black Ant Serbuk
✔ Obat Perangsang Wanita Serbuk
✔ Gel Perangsang Wanita
KONDOM SILIKON
✔ Kondom Getar
✔ Kondom Mutiara
✔ Kondom Lele Berduri
✔ Kondom Duri
✔ Kondom Berotot
✔ Kondom Sambung
✔ Kondom Sambung Jumbo
✔ Ring Penis
OBAT PENYUBUR SPERMA
✔ Semenax
✔ Obat Membesarkan Penis